SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

Pesta malam terakhir di Alexis

Jarum jam menunjuk pukul 8 malam. Para karyawan semua sif di Xis Karoke Hotel Alexis berkumpul. Mulai dari operator, soundman, staf pelayan hingga jajaran supervisor. Suasana terasa berbeda malam itu. Tak biasanya. Hingga pemberitahuan dari bos besar datang. Menyatakan bahwa tempat kerja mereka berhenti operasi. Menjadi kabar buruk.
Pada Selasa, 27 Maret 2018, adalah hari terakhir mereka bekerja. Kabar itu membuat sebagian mereka kaget. Tak menyangka secepat itu tempat mata pencarian mereka tutup. "Mulai besok, Selasa tanggal 27 kita operasional terakhir. Tanggal 28 sudah resmi tidak beroperasional," kata seorang pimpinan Xis Karaoke menyampaikan pernyataan owner malam itu.
Xis Karoke sebagai salah satu jenis usaha bidang hiburan milik Hotel Alexis terkena dampak. Semua lantaran tempat hiburan malam berlokasi di Jalan RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara, itu akan ditutup Pemprov DKI Jakarta, esok harinya.
Salah seorang karyawan Xis Karoke mengaku kepada merdeka.com, tak percaya Alexis bakal ditutup. Sudah 10 tahun bekerja di Hotel Alexis, itu awalnya sempat menganggap kabar itu hanya isapan jempol. Sebab, tak jelas alasan Alexis ditutup. Mereka hanya diberitahu bahwa lusa Alexis sudah tak lagi diperkenankan melanjutkan usaha sebagai tempat hiburan malam.
Dalam rapat itu, pihak manajemen Alexis mengaku telah berusaha untuk terus beroperasional. Namun, usaha maksimal itu tak membuat Pemprov DKI Jakarta bergeming. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkukuh untuk menutup tempat hiburan malam Hotel Alexis.
Bersama ratusan karyawan Alexis, dia mengaku tahu alasan penutupan Hotel Alexis lewat media massa. Lantaran Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usaha atau Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Otomatis Hotel Alexis diminta menghentikan segala bentuk kegiatan usaha berlantai 7 itu. Sehingga tak kurang dari 500 karyawan Alexis harus dirumahkan.
Setelah pengumuman itu, para karyawan tampak kecewa. Raut wajah mereka kusut. Bingung. Tak sedikit karyawati meneteskan air mata hingga menangis. Namun, mereka tak mau larut dalam kekecewaan. Wajah kusut mereka harus segera berubah. Menutupi kegamangan hatinya. Kebingungan menghantui. Demi menyambut para pelanggan di hari terakhir. Menghabiskan malam di ruang karaoke. Bernyanyi sesuka hati.
Kabar burung pun berseliweran. Katanya, menurut karyawan itu, Pemprov DKI akan menolong para mantan karyawan Alexis. Mereka akan disalurkan ke tempat kerja lain. Dipekerjakan di tempat lebih baik. Sementara perusahaan akan tetap bertanggungjawab memberikan gaji bulan Maret, berikut dengan pesangon.
Harus diakui, lanjut dia, sejak bulan November tahun lalu kondisi keuangan Alexis tengah morat-marit. Sebab dua unit usaha Alexis proses izinnya ditunda. Yaitu, usaha griya pijat dan hotel Alexis. Memberikan dampak secara langsung pada jumlah kehadiran pengunjung.
Informasi didapat merdeka.com, menyebutkan pihak Hotel Alexis terpaksa memberhentikan setengah dari karyawan bekerja saat itu. Tak berhenti di situ. Tak lama berselang, dia terpaksa untuk kembali memberhentikan karyawannya lagi. Hingga menyisakan sekitar 500 karyawan bekerja untuk lima unit usaha. Mulai dari karaoke, bar, live music, restoran dan dapur.
"Pendapatan turun drastis. Utamanya saat spa dan hotel tutup. Jadi totalnya kita melakukan pemecatan sebanyak 4 kali sampai yang terakhir kemarin," kata sumber itu kepada merdeka.com pekan lalu.
Malam itu tetap berjalan seperti biasa. Meski para karyawan diliputi gelisah. Namun tak lantas membuat pelayanan terhadap pelanggan berkurang. Xis Karaoke tetap beroperasi sampai jam 5 pagi. Tak ada acara khusus dibuat manajemen di malam terakhir Alexis. Bahkan tak ada acara khusus merayakan perpisahan Alexis dengan para pelanggan.
Hanya malam itu pengunjung datang lebih banyak dari biasanya. Bila sebelumnya Alexis ramai dikunjungi saban hari Rabu, Kamis dan Jumat. Namun, pada Selasa jumlah pengunjung membludak. Ratusan pengunjung datang menikmati malam terkahir Alexis. Mereka ingin bersenang-senang. Di malam itu total pengunjung Xis Karaoke jumlahnya mencapai seratus lebih.
Di antara tamu hadir malam terakhir itu adalah para pelanggan setia. Mereka telah berkali-kali datang melepas penat di Hotel Alexis. Menikmati hiburan malam. Mulai dari tempat karaoke, bar, live music hingga restoran. Bahkan dia menyebut, ada pengunjung sengaja datang di malam terakhir Alexis. Padahal dia mengaku harus pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan.
"Ada pelanggan yang sengaja datang malam itu padahal besok pagi harus pergi ke Singapura, jadi mampir katanya," cerita dia.
Hingga dini hari, Hotel Alexis masih ramai dikunjungi pelanggan. Masih banyak pengunjung hilir mudik. Meski begitu, tepat jam 5 pagi Alexis telah tak lagi menerima tamu. Tak hanya itu, pihak manajemen juga memberikan pengumuman bahwa terhitung tanggal 28 Maret, tak akan lagi beroperasi.
Setelah jam operasi berakhir, pihak manajemen mulai berbenah. Selain berbenah, sekitar pukul 8 pagi, para karyawan Alexis memasang spanduk besar di depan jalan. Spanduk ukuran raksasa itu berisikan pengumuman Alexis tak lagi beroperasi.
"Bersama ini kami menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu atas gaduhnya pemberitaan yang terjadi selama beberapa bulan belakangan ini. Demi menghindari polemik yang berkepanjangan terhadap kegiatan di tempat usaha kami, maka bersama ini kami memutuskan terhitung mulai hari Rabu 28 Maret 2018, seluruh kegiatan usaha di dalam lokasi Jalan RE Martadinata No 1, kami hentikan dan tidak beroperasi lagi," tulis manajemen Alexis dalam spanduk itu.
Sejumlah awak media pun mulai berdatangan. Melaporkan suasana Hotel Alexis pasca pengumuman penutupan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Benar saja, tak lagi terlihat aktivitas operasional hotel. Sepasang patung ondel-ondel diletakkan di depan pintu masuk otomatis. Berjarak satu meter dari pintu masuk terdapat sebuah pengumuman yang bertuliskan 'This Building is Closed Definetely'.
Tiga petugas sekuriti berjaga di sekitar pintu masuk hotel. Bahkan mereka melarang para awak media mendekati lobi guna mengambil gambar atau menemui pihak manajemen. Tak ada pihak manajemen bisa dikonfirmasi terkait penutupan Hotel Alexis ini.
Kami lalu menyisir ruko di sekeliling hotel. Di pintu belakang hotel, kami melihat ada beberapa orang tengah memindahkan barang. Barang itu diangkut untuk dipindahkan dari dalam gedung ke sebuah mobil. Ada membawa kontainer berisi barang-barang. Ada juga membawa printer, dan pendingin ruangan. Semua dimasukkan ke dalam mini bus berwarna putih.
Meski masih dalam pengawasan petugas keamanan, namun jalur belakang ini lebih fleksibel. Sebab, masih bisa diakses oleh siapa pun. Tak ada larangan mendekati area hotel. Berbeda dengan penjagaan ketat di depan lobby hotel. Awak media dilarang mendekat atau melintas di depan pintu masuk hotel Alexis.
Hingga esok harinya, di tempat sama terpantau masih ada aktivitas pengangkutan barang. Kali ini bukan hanya menggunakan mini bus. Melainkan menggunakan mobil bak. Sejak siang kami melihat ada beberapa orang yang tengah memindahkan barang-barang. Kali ini barang yang diangkut lebih beragam. Selain pendingin ruangan, ada juga banyak potongan besi diangkut dari pintu belakang Hotel Alexis. Tak hanya itu, kami melihat juga sebuah truk berisi minuman beralkohol.
Selain masih adanya aktivitas pengangkutan barang, sejumlah anggota kepolisian tampak tengah berjaga. Mereka menyebar di setiap sudut area ruko. Para anggota kepolisian ini tengah melakukan pengamanan. Sebab, dikabarkan akan ada petugas utusan Pemprov DKI yang akan datang. Datang untuk melakukan pemeriksaan ke dalam gedung Hotel Alexis. Memastikan tak ada lagi kegiatan usaha apapun setelah izin usaha Hotel Alexis dicabut. 

No comments

Powered by Blogger.