SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

Empat bulan dikejar, Harimau Bonita berhasil ditangkap

Harimau Sumatera bernama Bonita yang telah menerkam dua warga berhasil ditangkap sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (20/4). Penangkapan dilakukan dengan membius hewan bertaring tersebut, di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir Riau.
Kapolres Indragiri HIlir AKBP Christian Rony membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebutkan saat ini tim sedang menjaga ketat harimau berjenis kelamin betina itu.
"Iya benar. Setelah ditembak bius, tim gabungan langsung menangkap harimau Bonita dan memasukkan ke dalam sebuah kandang, agar tidak kabur," katanya kepada merdeka.com.
Dia menceritakan, proses tembak bius dan penangkapan dilakukan petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Polsek Pelangiran, Polres Inhil, TNI Kodim 0314 Inhil, serta masyarakat.
"Ketika itu tim terpadu melaksanakan patroli di Blok 76-77, Afdeling IV, Kebun Eboni PT THIP, dan melihat harimau Bonita. Lalu tim berusaha mendekati, dengan tujuan mencapai jarak yang ideal untuk dilakukan penembakan bius," ujarnya.
Setelah jarak dimungkinkan aman, petugas dokter hewan bernama Dita langsung menembak bius harimau Bonita. Tembakan bius akhirnya mengenai sasaran ke tubuh Bonita.
Tak ingin Bonita kabur, tim memantau pergerakannya dengan cara berkelanjutan. Setelah berjalan sekitar 1.000 meter, petugas menemukan Bonita dalam keadaan pingsan akibat tembakan bius tersebut.
"Namun Kegiatan evakuasi mengalami hambatan, karena jarak yang jauh dan akses yang sulit dijangkau, serta medan ke lokasi yang sangat sulit. Sehingga petugas kembali menembak bius Bonita untuk kedua kalinya," jelas Christian.
Kemudian petugas memastikan Bonita benar-benar pingsan dan tidak melawan petugas. Setelah itu, petugas memasukkan Bonita ke dalam kandang evakuasi yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
"Bonita dibawa ke kantor PT THIP sementara. Lalu dibawa ke tempat observasi satwa liar di Dharmasraya melalui Tembilahan. Saat ini Kapolsek Pelangiran Iptu M Rafi di lokasi untuk ikut membantu team terpadu untuk melakukan proses evakuasi," terangnya.
Bonita diincar petugas sejak awal Januari 2018 setelah menerkam dan menewaskan seorang wanita di wilayah PT THIP. Kemudian Maret, Bonita kembali menerkam seorang warga bernama Yusri hingga tewas. Itu terjadi ketika tim gabungan dalam proses pengincaran Bonita. 

No comments

Powered by Blogger.