SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

BNN tangkap mahasiswa bawa narkoba, Undip takkan lakukan pembelaan

Keterlibatan Candrika Pratama alias CPI yang membeli narkoba jenis ekstasi (MDMA) dinilai telah mencoreng nama baik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kepala UPT Humas Undip, Nuswantoro Dwiwarno, menilai perbuatan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu sepenuhnya tanggung jawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi.

"Kami sudah meminta konfirmasi dari BNN (Badan Narkotika Nasional) dan benar jika CPI merupakan mahasiswa kami. Dia merupakan mahasiswa FPIK semester delapan. Namun apa yang dilakukannya tidak ada sangkut paut dengan Undip," kata Nuswantoro saat menggelar jumpa pers di Gedung Widya Puraya, kampus Undip Tembalang, Semarang, Kamis (5/4).
Nuswantoro menambahkan Undip tidak akan melakukan intervensi kepada aparat penegak hukum selama melakukan proses hukum terhadap CPI. Undip juga tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada CPI.
"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Apa yang menimpa CPI tidak bisa dikatakan sebagai gambaran mahasiswa Undip secara keseluruhan. Ini sangat kontradiktif dengan langkah Undip yang mendukung pemberantasan narkoba. Saat masuk Undip, mahasiswa sudah kami tes bebas narkoba. Makanya, saat mereka terlibat, sepenuhnya tanggung jawab masing-masing," imbuh Nuswantoro.
Seperti diberitakan, CPI ditangkap aparat BNN Provinsi Jateng karena kedapatan membawa narkoba jenis ekstasi. Dia ditangkap di Jl Tirto Husodo Timur, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Senin (26/4).
Petugas menemukan sembilan butir pil ekstasi seharga Rp 800.000. Ekstasi itu dibeli CPI dari Belanda secara online dengan menggunakan alat pembayaran virtual, Bitcoin.

No comments

Powered by Blogger.