SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

Rugikan investor Rp 12 M buat bisnis tas bermerek, model Angela Lee ditahan polisi

Model bernama Angela Charlie atau lebih dikenal sebagai Angela Lee (31) diamankan jajaran petugas Polres Sleman karena diduga melakukan penipuan dan pencucian. Selain Angela Lee, polisi juga mengamankan David Hardian Sugito (36) yang merupakan suami Angela Lee.
Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Are, menerangkan Angela Lee dan suaminya dilaporkan oleh Santosa Tandyo karena dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang. Nilai kerugian yang diderita oleh Santosa Tandyo diperkirakan mencapai Rp 12 Miliar.
"Pelaku kami panggil pada 5 Februari 2018. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya langsung ditahan," ujar Rony di Mapolres Sleman pada Rabu (28/2).
Rony menuturkan, kasus berawal saat Santoso menginvestasikan uangnya untuk bisnis tas import yang dikelola oleh Angela sejak Februari 2017 yang lalu. Angela saat itu berbisnis tas import dengan berbagai merek di antaranya adalah Hermes, Chanel, hingga Chopard.
"Dua bulan pertama bisnis tas import yang dikelola pelaku berjalan lancar. Bulan Mei bisnis jual beli tas mulai macet. Tapi pelaku ini tidak jujur kepada orang yang melakukan investasi," kata Rony.
Rony menjabarkan uang dari Santosa yang tujuannya untuk investasi, oleh Angela justru digunakan untuk membayar uang pada orang lain. Uang Santosa, kata Rony juga digunakan Angela untuk membeli rumah dan sejumlah mobil yang di antaranya adalah Wrangler Rubicon.
"Uang investasi dari korban sebesar Rp 12 miliar. Perjanjiannya, ada keuntungan 10 persen. Enam persen untuk pelaku (Angela dan suami), dan empat persennya untuk yang investasi," urai Rony.
Rony menambahkan pihaknya saat ini menyita barang milik Angela antara lain 43 buah tas, mobil, sebuah gawai, beberapa kartu ATM, dan sejumlah dokumen barang bukti. Barang bukti bernilai tinggi di antaranya disimpan di Kantor Kemenkum HAM DIY.
"Kami jerat keduanya dengan pada pasal 3 dan pasal 4 Tindak Pidana Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar," tutup Rony. 

No comments

Powered by Blogger.