SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

Sedang Hamil Muda, Istri Guru yang Tewas Dianiaya Muridnya Sering Pingsan

KOMPAS.com/Taufiqurrahman  

ISTANAGOAL - Hilang sudah sandaran hidup Sianit Shinta (22), istri Ahmad Budi Cahyono (26), guru mata pelajaran seni rupa SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, setelah suaminya meninggal dunia karena dianiaya oleh muridnya sendiri berinisial HI (17) di sekolahnya pada Kamis (1/2/2018) kemarin.

Shinta kini hidup menjanda dalam keadaan hamil muda lima bulan. Kematian sang suami yang tidak disangka-sangka itu membuatnya shock. Seharian, Shinta hidup mulai tidak normal. Terkadang dia sadar, kemudian tiba-tiba shock dan tidak sadarkan diri.

Sebelum jenazah suaminya dibawa ke tempat pemakaman pada Jumat (2/2/2018) pagi, Shinta tidak sadarkan diri setelah mendengar lantunan azan sebagai tanda pemberangkatan jenazah menuju lokasi pemakaman.

Saat ditemui sejumlah media di kediamannya Jumat siang, Shinta mulai sadar dan bisa menemui tamu yang datang melayat.

Shinta yang kini memasuki usia pernikahannya satu tahun empat bulan tak ingin mengalami keguguran seperti kehamilan sebelumnya. Shinta pernah mengalami keguguran anak pertama sekitar 10 bulan yang lalu.

Shinta mengenal suaminya sebagai sosok penyayang dan tidak pernah marah. Di rumahnya, suaminya tidak banyak berbicara kecuali hal-hal yang penting.

"Dia hanya mau berbicara jika penting. Selebihnya dia banyak diam," kenang Shinta.

Selain itu, pria lulusan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini nyaris tidak pernah berbagi masalah yang dialami di sekolah atau persoalan di luar rumah tangganya.

Shinta ingin pelaku pembunuhan suaminya diproses hukum seadil-adilnya. Orang yang dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang, menurut Shinta, sudah jelas hukumannya.

"Semoga Polisi bisa bertindak adil terhadap keluarga saya," harap Shinta.

No comments

Powered by Blogger.