SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

STRIKER YANG GAGAL MENGGANTIKAN PERAN IBRAHIMOVIC DI AC MILAN

Istana Goal - Setelah belanja besar di bursa transfer musim panas, AC Milan diharapkan bisa menjadi penantang gelar Serie A musim ini atau setidaknya bersaing di zona Liga Champions. Sebaliknya, mereka justru tertinggal 18 poin dari pimpinan klasemen Napoli.

Milan terakhir kali merengkuh gelar Serie A pada musim 2010/11. Saat itu merupakan musim debut Zlatan Ibrahimovic dan sang pemain mencetak 14 gol untuk mengantarkan Rossoneri meraih Scudetto.

Setelah Ibrahimovic hengkang ke PSG pada 2012, Carlos Bacca bisa dibilang merupakan striker top yang bisa bersinar di San Siro. Selebihnya ada banyak striker yang mencoba menggantikan peran pemain Swedia itu tapi selalu gagal.

Berikut para striker yang gagal menggantikan bintang asal Swedia tersebut,


1. Mattia Destro

Sempat dianggap properti panas setelah satu musim yang cukup bagus bersama AS Roma pada musim 2013/14, Mattia Destro akhirnya gagal bersinar. Dia mendarat di Milan dengan status pinjaman pada paruh kedua musim 2014/15 dan tidak bisa menduplikasi penampilan sebelumnya.

Destro akhirnya dijual ke Bologna oleh Roma pada akhir musim itu dan baru mencetak 21 gol di Serie A dalam dua setengah tahun terakhir.


2. Gianluca Lapadula

Saat ini dipinjamkan ke Genoa setelah hanya satu musim memimpin barisan depan Rossoneri, Gianluca Lapadula datang sebagai perjudian setelah tampil impresif di Serie B bersama Pescara.

Pemain depan kelahiran Turin itu menghabiskan sebagian besar karir bermainnya di liga yang lebih rendah dan membuat debutnya di Serie A pada usia 26 tahun. Lapadula butuh tiga bulan sebelum dia mencetak gol pertamanya dalam jersey Milan.


3. Nikola Kalinic

Empat gol yang dicetak Nicola Kalinic dalam 15 pertandingan termasuk kurang mengesankan setelah datang dengan status pinjaman dari Fiorentina di musim panas. Namun, jika dibandingkan dengan pemain nomor sembilan milik rival-rival Milan, ia jauh di bawah ekspektasi buat pemain yang mencetak 15 gol di Serie A musim lalu.

Di Inter, Mauro Icardi sudah mencetak 17 gol liga musim ini, sementara Gonzalo Higuain mengemas sembilan gol untuk Juventus, dan Edin Dzeko mengoleksi delapan gol untuk AS Roma.



4. Fernando Torres

Penampilannya sudah lama menurun, Fernando Torres bergabung dengan AC Milan dengan status pinjaman dari Chelsea pada awal musim 2014/15 dan gagal mencetak gol lebih dari satu gol selama periode yang singkat di sepakbola Italia.

Torres awalnya bergabung dengan Milan dengan status pinjaman selama dua tahun. Tapi statusnya berubah permanen setelah hanya setengah musim dan kemudian kembali ke klub masa kecilnya Atletico Madrid setelah meninggalkan klub tersebut selama tujuh setengah tahun.


5. Allesandro Matri

Setelah memulai karirnya bersama AC Milan pada tahun 2003, Alessandro Matri bergabung kembali dengan klub dengan biaya 11 juta euro pada musim panas 2013. Namun, kepulangannya tidak sukses karena ia jarang menjadi starter dan hanya bisa mencetak satu gol dalam 15 pertandingan Serie A yang dimainkannya

Matri dipinjamkan ke Fiorentina setelah berjalan setengah musim dan kemudian menghabiskan waktunya sebagai pemain pinjaman di Genoa, Juventus dan Lazio, sebelum Sassuolo akhirnya membelinya pada 2016.


6. Alesio Cerci

Alessio Cerci pindah ke juara Spanyol Atletico Madrid sebagai pengganti Diego Costa pada musim panas 2014 hanya untuk mencicipi kegagalan di La Liga tanpa mencetak gol.

Milan kemudian memberinya kesempatan untuk pulang ke Italia dengan status pinjaman pada bulan Januari 2015. Tapi Cerci hanya mencetak satu gol untuk Milan sebelum dipinjamkan ke Genoa dan dilepas ke Hellas Verona pada awal musim ini.


7. Andre Silva

Andre Silva direkrut dari Porto pada musim panas 2017 dengan biaya yang bisa meningkat menjadi 40 juta euro. Namun, sang pemain menjalani karir yang naik turun bersama klub barunya.

Pemain internasional Portugal itu mampu mencetak banyak gol di pentas Eropa setelah mengemas delapan gol di Liga Europa dalam 10 penampilan, termasuk kualifikasi. Namun, ceritanya sama sekali berbeda di Serie A setelah ia selalu gagal mencetak gol sekalipun di sana.


8. Luiz Adriano

Pemain depan Brasil Luiz Adriano menikmati tahun-tahun yang sukses di Ukraina bersama Shakhtar Donetsk sebelum bergabung dengan AC Milan dengan yang cukup murah sebesar 8 juta euro pada tahun 2015.

Tapi setelah 69 gol dalam enam musim terakhirnya bersama Shakhtar, Adriano hanya berhasil mencetak empat gol di Serie A dalam musim debutnya bersama Milan. Setelah tidak lagi mencetak gol pada paruh pertama musim 2016/17 dan dia kembali ke Eropa timur bersama Spartak Moscow di Rusia


9. Mario Balotelli 

Sejujurnya, karir Mario Balotelli pada periode pertamanya di Milan setelah bergabung dari Manchester City pada Januari 2013 sebenarnya cukup sukses. Dia mencetak hampir satu gol per laga di musim pertamanya, diikuti oleh 14 gol di Serie A dalam 30 pertandingan di musim 2013/14.

Performanya membuat Liverpool tertarik berjudi pada bintang Italia tersebut tapi karirnya kemudian berubah menjadi bencana di sana. Dan ketika Balotelli kembali ke Milan dengan status pinjaman pada tahun 2015, dia hanya mencetak satu gol di liga sepanjang musim.


10. Giampaolo Pazzini

Terkenal karena mencetak gol pertama di stadion Wembley yang baru saat bermain untuk tim U-21 Italia, Giampaolo Pazzini tiba di Milan pada musim panas yang sama dengan kepergian Zlatan.

Dia menyeberang dari Inter Milan dan menikmati musim debut yang relatif menjanjikan di mana dia mencetak 15 gol dalam 30 penampilan Serie A. Setelah itu penampilan Pazzini menurun drastis setelah hanya mampu mencetak enam gol di liga dalam dua musim berikutnya.




No comments

Powered by Blogger.