SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

Jurus Pemerintah Tangani Penderita HIV/AIDS

Paparan Menteri Kabinet Kerja di Tiga Tahun Jokowi
ISTANA GOAL
Kementerian Sosial mendirikan tiga panti ODHA untuk memberikan layanan rehabilitasi sosial dengan HIV/AIDS (ODHA) menyusul semakin mengkhawatirkannya tingkat penyebaran virus HIV/AIDS di indonesia.

Ketiga panti adalah panti sosial rehabilitasi sosial wasana bahagia yang merupakan transformasi dari panti sosial untuk penyakit kronis di ternate kedua panti sosial rehabilitassi sosial bahagia yang merupakan transformasi dari panti sosial rehabilitasi sosial bina daksa di medan dan panti sosial rehabilitasi sosial bina daksa di medan dan panti sosial Rehabilitasi sosial kahuripan sukabumi yang semula adalah shelter.

Ini ikhtiar pemerintah melalui kementerian sosial di tengah makin menggunungnya masyarakat yang terinfeksi virus HIV AIDS ungkap meteri sosial khofifah indar parawansa saat menutup pentas sahabat ODHA dalam rangka hari AIDS Sedunia di surabaya minggu (3/11).

Khofifah menjelaskan ketiga panti tersebut bertugas memberikan bimbingan pelayanan dan rehabilitasi sosial dalam bentuk bimbingan pendidikan fisik metal sosial pelatihan keterampilan resosialisasi bimbingan lanjut bagi orang denga HIV agar mampu mandiri dan barperan aktif dalam kehidupan bermasyaraka.

Dalam UU No 23 tahun 2014 tegas menyebutkan bahwa tanggung jawab penangganan ODHA baik dalam maupun luar panti menjadi kewenangan kementerian sosial imbuhnya.

Sementara untuk penderita HIV/AIDS anak lanjut khofifah kementerian sosial telah menyiapkan panti rehabilitasi sosial yang dikenal dengan anak dengan HIV/AIDS (ADHA) di surakata panti tersebut nantinya hanya akan melayani penderita HIV/AIDS khusus anak.

Khofifah menerangkan berdasarkan data kementerian kesehatan secara kumulatif hingga triwulan I 2017 jumlah kasus HIV/AIDS di indonesia sebanyak 320.152 jumlah tersebut bisa jadi jauh lebih kecil dari angka sebetulnya mengingat banyak ahli yang menyebut ini sebagai fenomena gunung es.

Persoalan ini harus menjadi perhatian semua pihak tidak cuman pemerintah bamub juga masyarakat umum mengingat virus ini bisa menular kepada siapa saja terutama ibu rumah tangga yang terinveksi dari suami tuturnya.

Khofifah menjelaskan HIV merupakan virus yang menurunkan dan merusak kekebalan tubuh akibatnya penderitannya mudah terinfeksi penyakit lain HIV ditularkan melalui hubungan seksual dalam darah jarum suntik dan ASI penyakit ini umunya menurunkan sistem kekebalan tubuh dan membutuhkan waktu tahunan untuk memperlihatkan gejalanya yaitu sekitar 5-10 tahun.

No comments

Powered by Blogger.