SELAMAT DATANG DI WWW.ISTANAGOAL.COM AGEN BETTING ONLINE DENGAN PASARAN TERBAIK : SBO | IBC | AFB , DAN GAME TERLENGKAP : SPORT, TOGEL, CASINO LIVE, POKER, SLOT GAME | BONUS CASHBACK SPORTBOOK 15% | BONUS ROLLINGAN CASINO 0.8% DLL.

Menhan: Ada yang Ngompori Papua Kembali Bergolak

Peluncuran Sosialisasi Bela Negara
ISTANA GOAL
Menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu meyakini situasi yang terjadi di papua saat ini tidak terjadi dengan sendirinya. ia menuding ada pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi itu.

Pasti ada kan yang ngompor - ngomporin kita ini banyak kan bangsa ini, ada yang senang ada yang tidak senang ucap Ryamizard di kantornya jakarta selasa 14 November 2017.

BEETING BOLA
Situasi Papua khususnya tembagapura memanas beberapa hari terkahir ratusan warga disandera kelompok kriminal bersenjata. Ryamizard mengaku mengantongin nama orang-orang yang bermain di balik kekacauan itu namun dia enggan mengungkapkannya ke publik.

Enggak boleh disampaikan di sini ding jelas Ryamizard. Dia berharap tidak ada konflik senjata di papua karena itu cara persuasif tengah di kedepankan aparat kemanan.

JUDI ONLINE
kapolro jenderal polisis tito karnivian menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sengaja membatasi gerak dari warga di Tembagapura papua hal itu sebagai cara mereka berlindung dari aparat keamanan.

Tito menjabarkan mereka yang disebut pendulang merupakan warga yang kesehariannya mengais limbah emas PT Freeport indonesia yang mengalir di kali kabur anggota KKB juga sebagian turut serta medulang emas abhkan tidak sedikit memeras warga.

SABUNG AYAM
Sebetulnya tidak abnyak kelompok ini paling 20 sampai 25 orang senjatanya juga 5 sampai 10 pucuk paling banyak tapi mereka menggunakan metode hit and run jelas dia.

Menurut Tito permasalahan ekonomi menjadi motif utama dari tindakan teror dari KKB sementara alasan separatis juga turut melatarbelakangi aksi mereka. Memang ini permasalah sosial dari dulu agar sebaiknya tidak ada lagi pendulangan di situ tapi masyarakt ini harus dialihkan di kanalisasi apa mungkin dipekerjakan Tito menandaskan.

No comments

Powered by Blogger.